BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 09 Januari 2011

rob come back to me................please

“kriiiiinggggg.” Bunyi telpon menggema ke seantero rumah.
“mir!!! Kuping kamu ke sumpel kain lap ya? Suara telpon segitu gede bisa gak kedengeran.” Teriak mamaku dari kamar mandi.
“bukan kain lap ma,tapi tali beha.” Balasku dengan masih tetap membiarkan teriakkan telpon menggema di seluruh isi rumah. Sementara aku sedang sibuk memencet-mencet remote tv.
“mira del biscuit.” Suara mama mulai meninggi.
“heh‑‑‑ iya mama.” Mau tak mau aku mengenyahkan bokongku dari karpet di depan tv dan menapaki lantai rumah yang bermotif ekor kuda liar menuju ke ruang telpon.
“ya‑‑‑‑halo!!! Kediaman keluarga Vincent del biscuit. Ada yang bisa saya bantu. Saat ini anda sedang berbicara dengan mira del biscuit,anak tunggal dari pasangan Vincent del biscuit dan poinem.” Aku menyapa dengan singkat pada sang penelpon.(kayak gitu di bilang singkat,panjangnya gimana ya?)
“kami dari pihak administrasi universitas doe coon international. Kami ingin memberi tahukan bahwasannya,mira del biscuit telah di terima sebagai mahasiswa di universitas kami dengan jurusan study obat-obatan dan racun-racunan.” Ujar suara dari seberang telpon.
“what,oh my god!!!” ujarku singkat dengan menggunakan logat artis blasteran jerman-cikampek chintah latura.
“untuk registrasi ulang,anda harus membawa fotocopy ijazah,transkip nilai, kalo mau fotocopy buku tabungan bank juga boleh. Paling lambat 1x24,98756 jam. Lewat dari waktu yang di tentukan,maka anda akan kami anggap gugur.”
“oh okay bapak,saya pasti akan registrasi ulang dengan tepat waktu.”
“baiklah kalau begitu.”
“terima kasih pak.”
“sama-sama!!! Oh iya satu lagi,jangan panggil saya bapak,panggil saja saya a’a. saya masih jomblo loe.” Promosi sang penelpon.
“mau loe jomblo,mau loe combro egp,it dl[1].” Batinku menanggapi omongan sang penelpon. “iya deh a’ makasar[2]ya.”
“oh okay,samarinda.[3].” dia segera menutup telponnya.
Begitu telpon bertengger rapi di tempat semula. Aku langsung berjingkrak-jingkrak gpt gj[4]. Mamaku yang sedang memandikan Antonio,kecoa peliharaan mamaku langsung keluar begitu mendengar lengkinganku dengan menggunakan tangga nada do kreis.
“ma……..ma……..” dengan gerakan slow motion aku berlari ke arah mama dengan gerakan yang cukup theateristict.
“kamu kena……pa….pa…pa….” masih dalam gerak slow motion.
“entar dulu ma…ma….ma…ma…,pelukan dulu….lu…lu….”
“oke deh kalau begitu….tu……tu…tu…..”
Dengan gerak slow motion aku semakin memperpendek jarakku dengan mama. 15 menit kemudian aku baru berhasil mendekap tubuh mama dengan sempurna.
“mama!!!” teriakku di kuping mama sambil lompat-lompat (slow motion mode off)
“kamu kenapa?” mama melempar pertanyaan yang sama.
“tebak dong.”
“alah paling kamu juga menang taruhan adu ikan cupang di komplek sebelah‑‑‑iyakan?” tebak mamaku asal.
“eits ma,ini lebih besar dari ikan cupang dan lebih berhar..ga.” ujarku dengan mimik serius seperti para artis sekelas meriem belanda.
“kalo bukan cupang,hmmmmmmmmm” mamaku sedang mengira-ngira apa yang membuatku senang “kamu di tembak sama kang urip ya? Tukang sapu komplek sebelah.”
“WHAT??? W.H.A.T,mama sembarangan deh.” Kini bibir seksiku maju beberapa centi mendengar ucapan mamaku.
“ya kalo gitu apa dong?”
“mama-aku di terima di universitas doe coon international.”
“yang bener sayang?” mama masih tak percaya.
“he-eh ma.” Aku menarik tangan mama. “gila ya ma,mimpiku untuk kuliah di universitas doe coon international tercapai juga.” Ocehku panjang kali lebar kali tinggi. “kok muka mama,kayak kulit jeruk purut gitu? Emang mama gak seneng aku masuk ke universitas bertaraf international itu? harusnya tuh ya‑‑mama bangga,gak semua orang bisa masuk ke kampus itu ma.”
Muka mama makin terlihat memprihatinkan “mama terharu.” Aku memeluk mama erat-erat. “ya ampun mama.”
“iya mama seneng,” dengan suara orang yang siap menumpahkan literan air mata. “tapi…..tuh liat,” mama menunduk dan matanya mengarah pada sesuatu berwarna coklat di bawah sandalku.
Ku angkat sebelah kakiku yang menginjak benda coklat kecil. “astaga.” Ternyata telah berpulang ke rahmatullah “Antonio jatmiko del biscuit” kecoa peliharaan mama yang tanpa sengaja terjatuh dari tangannya ketika aku menarik tangan mama. Sialnya,dia berakhir di bawah sandal trompa[5]ku. “antonio maafkan aku.” Sesalku teramat sangat.
Mama meratapi kepergian antonio yang telah di urusnya sejak berusia 2 bulan setengah menit. Mama menyesalkan kepergian antonio yang belum menikah dan memeberinya cucu kecoa. Mama nangis semalaman suntuk,sampai-sampai tidak makan. Untungnya mama sudah ngemil beberapa makanan kecil, seperti opor ayam, bakso mang komar,pecel ncing odah sama pecel lele yang di bawa papa dari spanyol.sebagai ole-ole. Paling tidak, mama tidak tidur dengan perut kosong.
Konsekuensi dari kecerobohanku,tidak ada sarapan pagi ini. aku dan papa memutuskan untuk sarapan di luar. Papa bilang,dia akan sarapan goreng pisang begitu tiba di spanyol. Papaku seorang pelatih bola sodok dari timnas spanyol,jadi setiap hari dia harus pulang-balik cikampek-spanyol.
Sementara aku buru-buru ke universitas doe coon international. Begitu sampai di kampus,aku bergegas ke ruang administrasi. Ku lengkapi segala file yang harus di lengkapi dari pada tidak di lengakapi sama sekali. Selesai berurusan dengan pihak administrasi. Aku keliling kampus mencari kantin. Begitu meneukannya‑‑‑Tanpa basa-basi aku segera berhambur ke meja-meja kosong yang belum bertuan.
“mas.” Panggilku pada seseorang yang berdiri di depan kasir yang terlihat berwajah pelayan.
“ada yang bisa di bantu mbak?” Tanyanya dengan pelan.
“saya mau pesan nasi blacan rendang jengkol‑‑‑‑oh iya lalapannya jangan lupa ya.”
“oh maaf mbak,saya bukan pelayan‑‑‑‑saya dosen seni rupa-rupa warnanya.di sini Saya lagi nunggu pesenan.”
“astaga naga bonar.” Pekikku dalam hati. Rasa malu menggelayutiku mendadak rasanya ketiakku bau asam,belekku masih nempel di mata, dan kuku kakiku hitam semua(bukan karena malu,emang tadi pagi gue gak mandi.) “maaf pak!!! Saya mahasiswa baru,jadi saya tidak tahu.”
“oh ndak apa-apa. Wajar muka saya emang muka mas-mas tukang becak,jadi its ok no problemo.” Tiba-tiba dia menjentikkan jarinya kepada seorang pelayan yang tampangnya bule banget. mukanya mirip banget sama pelantun lagu “babe” si justin bibir.. “nah ini pelayannya dan silahkan pesan dengannya,saya permisi dulu.” Pamitnya dan segera berlalu.
Sementara aku,cacing-cacing yang lagi arisan di perutku‑‑‑‑‑mendadak bubar. Rasa lapar lenyap seketika,melihat pelayan bule yang ada di depanku.
“sorry miss,what can I do for you?” ujarnya dengan sopan. Rasanya seperti ada efek bling-bling yang menghiasi wajahnya. Alunan musik milik Robbie William dan Nicole kidman menggema,menjadi backsound dari adeganku dan si bule. Setiap gerak bibirnya tampak begitu seksi di mataku di tambah efek slow motion. Tapi tiba-tiba
“hello.” Dia menjentikkan jari di depan wajahku. Dalam hitungan se-per setengah detik,backsound something stupid like I love you tergulung pita kasetnya. “have you any taken order miss.”
“ow sorry. Hmmmm no!!!” jawabku gugup hmm I think I wanna a cup coffee tube broke and rice with boil egg and hot blacan chili and don’t forget‑‑‑‑not use any longer.”
“oh okay,excusme miss.” Justin bibir imitasiku sedang menyiapkan menu sarapanku yang sebenarnya sudah masuk jam makan siang. Tanpa ba-bi-bu,bahkan lupa baca bismillah sesuap nasi telur sambel blacan telah memanjakkan lidahku. Sampai akhirnya tak butuh waktu lama untuk mengantarkan semua isi dalam piring ke dalam perutku.
Selesai segala urusan di kampusku. Aku segera kembali ke rumah,karena aku khawatir dengan keadaan mama yang masih bersendu sedan. Tapi apa yang ku dapat setelah sampai di rumah. Wajah mama 359,7888o berbeda dengan terakhir aku lihat tadi pagi. Mama sudah senyum-senyum sumringah seperti iklan pasta gigi persodent. Dia langsung menyambutku dengan bahagia. “miraaaaaaaaaaaaaaaaa.” Dia dengan semangat menyambutku. “kamu udah makan,tuh mama udah pepes lidah buaya kesukaan kamu.”
“mira baru makan ma,entar aja lagi deh. Tapi kenapa tiba-tiba mama jadi seneng gini?” aku mempertanyakan perihal ke gembiraan mama.
Mama tak menjawab,dia hanya menuntunku ke sebuah tempat. “tuh liat,mama di kasih peliharaan baru sama papa?” menunjukkan seekor cicak burik yang menurutku tak berharga,tapi mampu membuat mamaku melupakan antonio sang kecoak.. “tau gak,kata papa‑‑‑ini tuh cicak turunan angora sama Persia,baru mama yang punya.”
Aku hanya tersenyum menanggapi mama dan permisi untuk masuk ke kamar. “Dasar mama,emang kucing apa? Cicak ada yang turunan Persia sama angora.” Aku menggelengkan kepala gaya tumpul arwana lagi ajeb-ajeb.
Selesai masalah mama. Kini aku bisa konsentrasi pada masalah kuliah ku. seminggu setelah registrasi ulang,kami para mahasiswa baru di jadwalkan untuk mengikuti MPK[6]. Para mahasiswa mengikuti kegiatan mpk selama 3 hari. 2 hari masa mpk ku lalui dengan lancar. Pada hari ketiga,hari inagurasi para mahasiswa ke bali.
Bajaj-bajaj sudah parkir memenuhi lapangan parkir  kami sedang di absen oleh kakak panitia mpk. Tiba-tiba ada seorang kakak panitia yang datang menghampiriku. Yang kalau ku perhatikan dengan seksama dan dengan sebenar-benarnya,wajahnya mirip dengan actor bollywood terkenal sharung kan.
“aca aca kamu mira he?” Tanya kakak panitia yang ku lirik tanda pengenalnya terpampang namanya‑‑‑‑suraj jhual mahal.
“iya kak.”
“aca‑‑‑‑kamu he di bajaj sama siapa he?”
“gak tau kak.” Jawabku singkat.
“oh,aca aca mau kakak temeni gak he?” dia menawarkan dirinya untuk satu bajaj dengan ku saat perjalanan ke bali.
“kalo emang gak ada temenya,gak apa-apa deh‑‑‑‑‑tapi kakak bawa makanan ya,kalo gak bawa mending kakak gak usah satu bajaj samaku deh.”
“aca aca masalah makanan he,masalah kecil he.”
“lumayan,bekal gue bisa utuh sampai di bali nanti.” Ujarku dalam hati.
Sedang ngobrol dengan kak suraj jhual mahal,tiba-tiba suara sirine seperti ambulance berkumandang. Kami para peserta mpk yang hendak inagurasi di kumpulkan di depan auditorium. Dari ruang auditorium rektor doe coon international universitas keluar. Melambai-lambaikan tangan ala miss universe.
Dia mengucapkan sambutannya kepada para mahasiswa baru yang berhasil masuk ke doe coon international university cabang bojong kenyot. Sang rector meresmikan kami sebagai mahasiswa yang terdaftar di doe coon international university bojong kenyot,dengan ketuk martil 3 kali. Di sambut meriah oleh para mahasiswa dan mahasiswi.
Selesai sambutan dari rektor kami bergegas masuk ke dalam bajaj masing-masing. Beberapa menit menunggu,rombongan bajaj peserta inagurasi doe coon international university,bertolak dari bojong kenyot menuju bali. Bajaj,dengan menggunakan kekuatan turbo dan bisa menempuh kecepatan 250km/jam tak butuh waktu lama untuk sampai ke bali. Dalam waktu satu hari kami sudah sampai di pinggiran pantai kuta. Kami telah menyewa sebuah tempat sebagai tempat perkemahan. Sesampainya di sana kak suraj jual mahal permisi ingin menyelesaikan beberapa urusan dan berjanji akan kembali lagi. kakak Pembina memberi para mahasiswa beberapa peralatan untuk membangun tenda.
Aku yang memang tak berpengalaman dalam membangun sebuah tenda,hampir 1 jam tak selesai-selesai mendirikan tenda. Tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang menawarkan bantuan. Aku berbalik‑‑‑kembali sebuah alunan music miliknya celine dion bertajuk I’m alive terdengar melatari peristiwa pertemuan dengan seseorang yang baru saja menyapaku. Cowo yang menyapaku ini ternyata adalah actor yang membintangi film tuilek bernama Robert parkitson dan dia mencuri seluruh perhatianku. Efek bling-bling muncul lagi di seputaran wajahnya.
“butuh bantuan.” Suara itu menyadarkan dan menghentikan suara indah celine dion ketika menembangkan lagu I’m alive di telingaku.
“butuh.” Jawabku dengan nada pasrah.
Begitu ku jawab tanpa basa-basi dia segera mengambil alih pendirian tendaku. Dalam waktu setengah jam tendaku sudah berdiri tegak. Selesai mendirikan tenda dia berdiri menatapku. Sempat ku lihat hampir semua cewe yang tendanya sudah berdiri,di robohkan kembali. “terima kasih rob.” Ujarku.
“sama-sama‑‑‑aku senang bisa membantu gadis manis seperti kamu. Sampai jumpa di acara api unggun nanti malam.” Ujarnya dengan senyum manisnya kemudian meninggalkanku dan para gadis yang patah hati karena harapan mereka akan di bantu oleh rob tak terwujud.
Aku masuk ke dalam tenda,aku beristirahat untuk persiapan api unggun malam ini. terlelap sejenak,aku terbangun dan ku lihat jam di ponselku yang sudah di set sama dengan jam di bali menunjukkan angka 5.50 wibb[7]. Aku bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Selesai mandi dan berpakaian ala kadarnya aku kembali ke tenda.
Sedang mengeringkan rambut,ada suara yang memanggilku dari luar. Aku melongok keluar tenda. Robert parkitson sudah berada di depan tendaku,membawa sepiring sandwich isi sambel tuna plus pete, “kamu belum makankan? Nih ku bawakan sandwich,di makan ya.” Dia menyerahkkan piring beserta isinya. “see you later.” Dia pergi dan aku kembali ke dalam tenda.
“ya tuhan,inikah berkahmu padaku telah menjadi anak yang baik,tidak sombong dan rajin menabung?” batinku sambil melahap sandwich yang di bawakan Robert parkitson. Gak nyangka aku bisa satu kampus dengan salah satu actor terkenal dan beruntungnya dia memberiku perhatian lebih.
Waktu ngesot dengan cepatnya,kini jam sudah menunjukkan puku 7.25 lewat 3 detik. Aku sudah siap untuk acara api unggun. Aku mengambil posisi duduk tepat di depan pohon kelapa agar bisa bersandar. Dari jauh rob tampak melangkah memasuki area api unggun. Semua gadis sudah mengosongkan tempat di sampingnya. Berharap sang bintang duduk di sebelahnya.
Tapi ternyata sang bintang lebih memilih duduk di sebelahku. “hai.” Sapanya begitu menempelkan bokongnya di sampingku. “cantik banget malam ini.” pujinya.
“thanks.” Ujarku pelan. Aku melirik cewe-cewe di sekelilingku yang menatapku penuh iri,dengki,begitu juga dengan kak suraj jual mahal yang tampak cemburu dan meninggalkan area api unggun.
Tak butuh waktu lama untuk mengakrabkan diri dengan Robert parkitson. Cerita punya cerita ternyata dia telah mengetahuiku saat hari pertama pendaftaran ulang. Hanya saja dia gak pede saat itu,karena belum sikat gigi dan cukur bulu hidung. Jadi dia gak berani mendekatiku. Dia ternyata mengambil jurusan seni rupa-rupa warnanya di universitas doe coon international. Dalam waktu beberapa menit kami sudah membangun dunia kami sendiri.
Matanya tak pernah lepas menatap mataku. Walau ada belek di matanya,aku tak berani menegurnya. Aku tak mau merusak moment sempurna ini. detik kemudian dia menggenggam tanganku. aku menyandarkan kepala di bahunya. Acara api unggun di mulai. Kobaran api makin menambah suasana romantis antara aku dan rob.
Aku sempat bertanya tentang gossip hubungannya dengan kripten stepwarti. Rob bilang dia dan kripten hanya teman seprofesi tak lebih. tak ada rasa cinta untuk kripten,satu-satunya gadis yang ia cintai adalah aku. Aku terkejut mendengar pengakuannya. Tiba-tiba dia mengangkat wajahku. Dia memegang daguku,mendekatkan bibirku dengan bibirnya.
Tapi tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku. Seketika suasana mendadak gelap gulita,kobaran api tiba-tiba padam. Aku di rundung kepanikan, “rob,Robert.” Teriakku. Aku berusaha mencari-carinya. “rob,” ku jeritkan namanya sekali lagi. tiba-tiba ada titikkan air yang menyiprati wajahku. Seberkas cahaya muncul dank u buka mataku.
“mama.” Pekikku ketika ku lihat mama ada di depanku. “ngapain mama nyusul aku ke bali.” Ujarku.
“ya elah neng neng,bali‑‑‑‑‑buka mata,liat kamu di mana?”
Ku hamburkan pandangan ke sekelilingku. Aku kucek mataku, “kok aku ada di kandang embek si mang dulloh? Robert mana?”
“ya belum bangun juga ni bocah‑‑‑‑mira kamu tuh mimpi apa sih,kok jadi kayak orang bloon gini? Di suruh angon kambing kok malah molor.”
What mimpi? jadi bali,Robert parkitsonku Cuma mimpi semu belaka? Oh no gak mungkin,ini pasti mimpi. Aku mencubit pipiku,sakit‑‑‑‑artinya
“tidaaaaaaaaaaaaaaakkk,rob come back to me,pleeeeeeeeaaaaaaaaaasssseeeeee.” Teriakku di kandang embek yang di sambut embikkan dari embek-embek peliharaan mamangku.

********************************


[1] Emang gue pikirin,itu derita loe.
[2] Makasih
[3] Sama-sama
[4] Gak penting,gak jelas
[5] Sandal kayu yang bercat merah,biasa di pakai di musholah untuk di gunakan mengambil wudhu.
[6] Masa pengenalan kampus.
[7] Waktu Indonesia bagian bali.

0 komentar: